Senjata Mereka dari Lokakarya

Menjelang akhir tahun 2025, ternyata bukan hanya lomba pidato yang digelar Komunitas Lintas. Ada satu lagi perlombaan yang digelar di pertengahan Desember, yakni Kompetisi Menulis Cerita Anak. Istimewanya, lomba ini tidak hanya menawarkan pengalaman berkarya dan berkompetisi serta hadiah. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membekali para peserta dengan ilmu yang sesuai kebutuhan. Kegiatan ini diawali dengan sebuah lokakarya yang memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kepenulisan cerita anak. Dengan demikian, para peserta dapat menerapkannya dalam karya yang akan diikutkan lomba.

 

Kegiatan ini sejatinya sudah akan dilaksanakan pada November. Akan tetapi, keterbatasan SDM untuk menjadi juri menyebabkan lomba ini ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Meski belum ada jadwal yang pasti kapan lomba ini akan dilaksanakan kelak, Lintas juga terus menjajaki peluang mendatangkan juri-juri yang berkompeten di bidang ini.

 

Secara tak terduga, pada Desember, seorang penulis terkemuka tanah air yang juga merupakan ASN Kementerian Kebudayaan RI, Debby Lukito Goeyardi, menyatakan bersedia menjadi juri. Bahkan, dengan sangat antusias, dia juga ingin lebih dahulu mempersenjatai para peserta dengan ilmu dan wawasan melalui sebuah lokakarya. Tentu ini menjadi sebuah berkat tak terkira bagi Komunitas Lintas.

 

“Saya Cuma meminta Mbak Debby untuk jadi juri waktu itu, tapi ternyata beliau menyambut dengan sangat antusias, bahkan bersedia berbagi ilmu dengan para peserta,” terang Ketua Komunitas Lintas saat ini, Iin Saputri, dalam sebuah kesempatan. “Tapi syarat utama yang diminta Mbak Debby adalah bahwa peserta harus merupakan penyandang disabilitas.” Akhirnya, bukan Mbak Debby saja yang menjadi juri. Dia didampingi dua juri lainnya: Vivi Intan Pangestuti dan Cloudlhy.

 

Bagi Sobat-Sobat Lintas, terutama dari kalangan disabilitas netra, pasti sudah tidak asing dengan nama Vivi Intan Pangestuti. Tulisannya sudah banyak tersebar di berbagai media daring, khususnya dalam bentuk esai dan cerpen. Dia juga adalah salah seorang pionir Komunitas Lintas. Sementara itu, buat Sobat-Sobat Lintas yang sempat menyimak siniar Bincang Buku Favorit edisi spesial pada November yang lalu, tentu masih ingat dengan bintang tamu pada saat itu, Cloudlhy. Kala itu, Cloudlhy hadir membahas dua novelnya: “Desir Arah” dan “Surat untuk Januari”.

 

Setelah semua pihak mencapai kesepakatan, dimulailah Kompetisi Menulis Cerita Anak pada 13 Desember 2025, yang diawali dengan Lokakarya Kepenulisan Cerita Anak. Keikutsertaan dalam lokakarya ini merupakan syarat mutlak bagi peserta yang ingin mengikuti lomba. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 4 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Braille Internasional. Pihak penyelenggara dan para juri berharap, melalui lokakarya ini, peserta memperoleh senjata yang memadai untuk terjun ke medan perang. Selain itu, wawasan, pengetahuan, bahkan minat peserta mendalami kepenulisan makin meningkat.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluncuran+Bedah Buku Lemari Kisah Kami, Ruang Inklusif Berbagi Perspektif, Kreativitas, dan Pemikiran Kritis

Pembusukan Otak Via Anomali

Merayakan Hari Sastra Indonesia, Lintas Belajar Berdeklamasi