Binarasa, Lagu Favoritmu Menunjukkan Sisi Emosimu
Selain peluncuran program Sinema Inklusi pada Agustus yang lalu, tahun ini Komunitas Lintas juga meluncurkan program siniar bertajuk Binarasa (Bincang Nada dan Rasa). Episode perdananya direkam pada 24 September 2025 dan ditayangkan di kanal Youtube Lintas @literasitanpabatas sehari setelahnya.
Sesuai dengan namanya, Binarasa merupakan perbincangan santai tentang sebuah lagu yang paling berkesan bagi Sobat Lintas yang menjadi bintang tamu. Sang bintang tamu akan menuturkan mengapa lagu itu memiliki kesan mendalam baginya, apakah ada bagian atau mungkin keseluruhan lagu itu yang paling mewakili perasaannya, sejak kapan dia mengenal lagu itu, dan hal-hal lain yang menjadikan karya itu begitu bermakna baginya. Terkadang, bintang tamu juga tidak segan melantunkan sepenggal lirik sehingga benar-benar membangun atmosfer yang menyiratkan emosinya terhadap lagu itu.
Pada episode perdana, Binarasa menghadirkan bintang tamu salah seorang Sobat Lintas yang merupakan musisi sekaligus novelis dari kalangan disabilitas netra,
Zelda Maharani. Kali ini, dia memilih mengulik sebuah lagu dari grup
berkolaborasi dengan
berjudul Titik Nadir.
Dengan
sebagai pewara, perbincangan ini berlangsung hangat dan penuh canda tawa. Menurut Zelda, Titik Nadir adalah lagu patah hati paling estetik sejauh ini. “Aku pertama kali tahu lagu itu dan memfavoritkannya tepat sehari sebelum mantanku nikah dan aku hadir di sana,” ungkap mahasiswi prodi musik Universitas Negeri Surabaya ini dengan santai.
Ketua Komunitas Lintas saat ini, Iin Saputri atau akrab disapa Kak Iin, menjelaskan bahwa gagasan tercetusnya program Binarasa sangat sederhana. “Mungkin masih ada yang bertanya, kenapa Lintas mempunyai program semacam ini. Intinya, lagu sebagai salah satu produk literasi tentu sudah selayaknya didalami oleh Komunitas Lintas,” terang Kak Iin dalam salah satu episode Binarasa.
Ini memang beralasan. Untuk menghasilkan sebuah lagu tentu diperlukan penulisan lirik, notasi dalam bentuk partitur musik, serta interpretasi dan analisis mendalam dari seluruh unsur yang terlibat, seperti penyanyi, musisi, bahkan para teknisi yang mengerjakan rekamannya. Sebab itu, tidak diragukan lagi, karya musik pun, termasuk lagu, adalah salah satu karya literasi.
Komentar
Posting Komentar