Literasi Gemilang, Masa Depan Cemerlang

    


    





HUT

 Komunitas Lintas

 tahun ini benar-benar terasa sangat spesial. Untuk pertama kalinya, Lintas menggelar kegiatan tiga hari berturut-turut. Rangkaian kegiatan dimulai pada 15 Agustus dan berakhir pada 17 Agustus sebagai puncak perayaan. Adapun tajuk kegiatan kali ini adalah Gempita HUT ke-6 Komunitas Lintas dengan tema “Literasi gemilang, masa depan cemerlang” dan dilaksanakan secara daring.

 

Rangkaian kegiatan HUT ke-6 Lintas dibuka secara resmi oleh Ketua Komunitas Lintas saat ini,

 Iin Saputri

alias Kak Iin, yang disusul dengan gelar Wicara bertajuk “Sinema Inklusi: Produk Literasi Tanpa Sekat”. Sebagai pembicara, Lintas mengundang

 Arif Prasetyo

 (sutradara sekaligus aktor dan kreator konten tunanetra) dan

Bowo Andrean

 (nondisabilitas), Sarjana Terapan Film dari Universitas Widyatama sekaligus Koordinator Pengorbit Studio. Diskusi dipandu oleh salah seorang Sobat Lintas,

 Yuda Wirajaya,

 seorang aktor tunanetra dan koordinator

Teater Braille. Melalui kegiatan ini,

Komunitas Lintas

berupaya memperkenalkan ke masyarakat umum bahwa sejatinya sinema pun merupakan produk literasi. Jika sebuah video ataupun film diproduksi dengan semangat inklusi, penyandang disabilitas pun sangat mampu mengaksesnya. Sebab itu, fitur-fitur seperti deskripsi audio, takarir, dan teks tertutup sangat membantu dalam menyediakan aksesibilitas bagi penonton dari kalangan disabilitas.

 

Malam harinya, digelar Bincang Sinema bertajuk “Curahan Rasa dari Hati yang Berliterasi”. pemutaran film menjadi daya tarik utama kegiatan ini. Untuk pertama kalinya, Komunitas Lintas menyelenggarakan nonton bareng film secara daring, dilanjutkan dengan perbincangan seputar film tersebut. Kali ini film yang dipilih berjudul Setetes Embun Cinta Niyala karya sutradara

Anggy Umbara dan penulis skenario

 Oka Aurora. Faktor utama dipilihnya film ini adalah ketersediaan fitur deskripsi audio dalam bahasa Indonesia sehingga mudah diakses oleh Sobat-Sobat Lintas dari kalangan disabilitas netra. Pemutaran dan diskusi film ini sekaligus menandai peluncuran program SiklusSinema Inklusi’ yang akan rutin dilaksanakan satu kali per bulan.

 

Hari kedua, perayaan HUT ke-6 Lintas kembali diisi dua agenda. Yang pertama, lokakarya bertajuk “Literasi Digital: Pengenalan Reaper sebagai Keterampilan Dasar Pengeditan Audio”. Kegiatan ini menghadirkan

Hendra Lianto

 atau lebih dikenal dengan Hendra L. Miracle (editor audio dan musisi tunanetra) selaku bintang tamu, dan

 Rino Jefriansyah,

 yang juga seorang editor audio sekaligus penulis, musisi, dan content creator tunanetra, selaku pewara. Lebih dari tiga jam, pemateri memaparkan dan membimbing para peserta dalam hal mengedit konten audio menggunakan aplikasi Reaper. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai literasi digital, khususnya bagi yang ingin berkarier sebagai kreator konten.

Masih di hari yang sama, agenda selanjutnya adalah “Pesta Literasi: Suara Emas Menuju Indonesia Emas”. Acara ini disemarakkan empat bintang tamu spesial yang berkecimpung di berbagai bidang literasi. Mereka dengan antusias menampilkan keahlian masing-masing.

Penampil pertama adalah

 Syaifuddin Gani,

 penyair terkemuka Indonesia yang sempat mengampu kelas baca puisi Lintas pada Juli 2025 dalam rangka Hari Sastra Indonesia. Pada momentum perayaan ini, peneliti yang biasa disapa Bang Fuddin ini mendeklamasikan salah satu puisinya yang berjudul “Doa-Doa Honai”. “Saya memilih puisi ini karena ini tentang Papua dan ada kaitannya juga dengan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia besok,” terang Bang Fuddin.

 

Bintang tamu kedua adalah

Yuni Sulistyowati

alias Mbak Yuni, seorang penyulih suara senior dari Yayasan Mitra Netra. Sobat Lintas yang sering mengakses buku audio produksi Mitra Netra pasti tidak asing dengan suaranya. Mbak Yuni melakukan perbincangan santai dengan para peserta. Dia menjelaskan seluk beluk profesinya yang sehari-hari berkaitan dengan penyandang disabilitas netra. Mulai dari membacakan sekaligus merekam pembacaan buku yang akan diproduksi dalam format DAISY sampai membimbing para peserta program pelatihan orientasi mobilitas.

"Kalau biasanya kami Cuma mendengarkan suara Mbak Yuni lewat buku audio, kayaknya nggak sah kalau nggak bacain langsung malam ini di momen HUT Lintas,” ujar Kak Iin.

Maka sudah bisa diduga, semua terpukau ketika Mbak Yuni membacakan sebuah cerpen malam itu.

 

 

Selanjutnya adalah penampilan

Zelda Maharani

 (musisi, vokalis, sekaligus penulis tunanetra). Sobat Lintas yang juga sering menjadi pewara untuk kegiatan-kegiatan Komunitas Lintas ini melantunkan dua buah lagu: “Selalu di Nadimu” (lagu tema film Jumbo) dan “Pemuda” karya Candra Darusman. Keharuan merebak di ruang pertemuan Zoom tatkala menyimak lantunan vokal Zelda yang empuk, ekspresif, dan memang sangat menjiwai.

 

Pesta literasi malam itu dituntaskan dengan sangat apik oleh

 Blindman Jack

 alias Bang Jack. Penyandang disabilitas netra yang telah mapan di dunia industri hiburan tanah air sebagai komika dan kreator konten ini menampilkan komedi tunggal (stand up comedy). Alhasil, gelak tawa seluruh peserta dan panitia tidak berhenti menimpali lelucon-leluconnya.

 

Pesta literasi ini memang mengaduk-aduk emosi semua yang hadir. Ada tawa, rasa haru, kekaguman, dan beragam emosi serta energi positif yang mengalir memenuhi ruang literasi tiap orang.

 

 

Tibalah di hari ketiga sebagai puncak perayaan HUT ke-6 Komunitas Lintas. Bertepatan dengan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, agenda pada 17 Agustus ini adalah lokakarya kebahasaan bertajuk “Swasunting sebagai Proses Menuju Naskah Berkualitas dan Layak Terbit”. Pematerinya tidak tanggung-tanggung, seorang pencinta bahasa Indonesia, wikipediawan, dan pendiri sekaligus masih menjabat Direktur

 Narabahasa. Dia adalah

 Ivan Lanin

 atau akrab disapa Uda Ivan. Sejujurnya, Lintas pada awalnya sama sekali tidak menyangka bisa menghadirkan tokoh yang satu ini. Menurut pengakuan Kak Iin di kesempatan berbeda, dia sempat sangat ragu untuk mengundang Uda Ivan mengingat kesibukan beliau yang luar biasa, apalagi akan tanpa imbalan sama sekali. Namun, didorong oleh semangat untuk memberi yang terbaik bagi Sobat-Sobat Lintas, dia memberanikan diri menghubungi pihak Narabahasa. Ajaib, permohonan Kak Iin langsung direspons positif oleh Uda Ivan melalui salah seorang staf.

 

Yang juga istimewa pada puncak perayaan HUT ke-6 ini adalah hadirnya

 Darmawati Majid

 alias Kak Darma selaku co-founder Komunitas Lintas untuk menyampaikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Kak Darma menghaturkan terima kasih kepada semua yang hadir, khususnya Uda Ivan yang telah bersedia menjadi narasumber dan ikut memeriahkan perayaan HUT ke-6 Lintas. Selain memperkenalkan secara singkat Komunitas Lintas, Kak Darma juga sempat menyisipkan sedikit tentang antologi cerpen yang telah diterbitkan pada Mei 2025 berjudul

 Lemari Kisah Kami

 yang merupakan buku karya perdana Komunitas Lintas. Tak lupa, Kak Darma menyemangati para personel Lintas untuk tetap tekun dan tidak tergoda untuk terjebak dalam rasa malas menulis.

 

Tidak hanya kehadiran bintang tamu dan narasumber yang menjadikan momentum HUT Lintas kali ini terasa sangat istimewa. Beragam acara yang ditampilkan pun sangat informatif, edukatif, dan menghibur, termasuk selingan kuis yang dibawakan dengan setia oleh

Henry Setiawan

untuk mewarnai tiap acara. Walau masih banyak kekurangan di sana sini, terutama kendala teknis yang kerap menyebabkan mundurnya jadwal kegiatan, perayaan HUT ke-6 ini akan selalu fenomenal di hati Sobat-Sobat Lintas. Semoga Komunitas Lintas terus maju, berkarya, dan berjaya hari demi hari. Dengan literasi yang makin gemilang, masa depan pun tentu lebih cemerlang.

 

#SalamLiterasi

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluncuran+Bedah Buku Lemari Kisah Kami, Ruang Inklusif Berbagi Perspektif, Kreativitas, dan Pemikiran Kritis

Pembusukan Otak Via Anomali

Merayakan Hari Sastra Indonesia, Lintas Belajar Berdeklamasi